LitSemeaTarq_2019_TRIP3
YOGYA HERE I AM
Rasa-rasanya gak ada penolakan ketika kita diajak bepergian, entah sudah keberapa kalinya Yogya kembali menjadi destinasi, Gak tau apa ujung pangkalnya, tapi terutama ada beberapa teman dan keperluan yang berlokasi sama, yang membuat Paket perjalanan kami menuju Yogya kembali. Menyatukan ujung pangkal cerita, setelah disatukan jadilah saya bersama Tim LitSemeaTarq, padahal arti boso jowone Tim Cilikane Semea Tarq, (maklum biar keren di inggris-inggrisin).
rinkasnya bisa ketemuan di Yogya, Tepat hari ini Selasa Suro, dihari itu Sepanjang Malioboro Yogya mengadakan Selasa Suranan, yaitu pagelaran seni budaya atraksi kesenian menghibur warga dan wisatawan yang visiting ke yogya. pagelaran itu dimulai, sepanjang jalan Malioboro bebas kendaraan kecuali sepeda dan andong, Gerakan tari yang seragam mulai menebar pesona disana. Tak terduga para PKL pun kecipratan rejeki, Hingga waktu makan malam kami baru menyudahi Suranan. Back to Base Camp (at Pipit house) beneran sudah larut malam, Semua bergerak Robotik, otomatis dan terstruktur, cuci-cuci, mandi ganti baju langsung bablas tidur. Mirip kayak pasukan tentara, tidur berderet-deret, yang penting ada kasurnya.
Keesokan paginya, mengikuti rencana pagi ini adalah Parang tritis, 27km dari pusat kota. Wisata pantai dengan hamparan pasir putihnya dan banyak digemari para wisatawan. Mirip dengan daerah wisata pantai lain, namun kebetulan bukan kondisi akhir pekan, jadi kondisinya tidak begitu ramai pengunjung. Maka kami beruntung dapat merasakan harga menggunakan sarana disitu lebih murah dari harga saat waktu wisata umum, tapi diharapkan tetap menggunakan nalar dan logika, serta tetap waspada.
Dari suasana pantai ''gak pakai lama'', dari searching simbah Google, langsung ke detecd resto Omah Pohon, di jalan Parangtritis, tempat ini berkonsep menyatu dengan alam, karena serasa bersantap dikebun belakang rumah, in dan outdoornya didominasi oleh batu gamping dan rindangnya pepohonan yang ada. Lanjut tetep memuaskan lidah di Gelato Tempo prawirotaman. disini banyak pilihan rasa dan harga pun terjangkau.
Next, tim singgah di tempat peziarahan Candi Hati Kudus Yesus di Ganjuran, bagi yang beragama katolik kami berdoa sejenak, mensyukuri berkat keselamatan sepanjang perjalanan kami dan mohon pendampingan untuk semua route yang akan kami tempuh, bagi teman yang lain dapat menikmati es degan dan tahu goreng khas, cendol dan sebagainya. searah menuju baseCamp, kami sempet mencicipi kulines Bakmi mbah Mo, weleh, weleh moga-moga perut gak pada mblending,😆, Beneran sampai rumah langsung mapan di sarangnya masing-masing.
Soto Bloon, ini warungan tempat sarapan tim LitSemeaTarq, kudu sarapan biar gak pada bloon, 😃 perut dah pinter jaga-jaga gak banyak makan, supaya dijalan pantang nolak kalo ada tawaran kuliner lagi. Lalu berlanjut ke arah Kaliurang Tiwi House, eh bener juga sekalian mampir ke corner Kopi Klothok alasannya sih sekalian makan siang. walau ini belum akhir kuliner tapi 'stomach is Full' alias wareg, tetapi gak lama, sesampainya di Malioboro kami merambah ke pasar Bringharjo, pasar Tradisional. bersamaan dengan digelarnya pameran produk-produk unggulan daerah Yogyakarta dan sekitarnya, maka kamipun membaur , larut dalam sukacita. Sepertinya hari ini lupa untuk makan malam, karena sudah pada kenyang ngemil di emperan Malioboro. (he he he 😜). Selanjutyenya dilempengin aja, kami pulang ke Base Camp (Pipit House) langsung tepar alias tidoorrr.
Sama seperti pagi sebelumnya, takut keduluan matahari, tim sudah berangkat dipandu Simbah Google, gak pakai lama langsung ketemu 'Omah Sawah' terletak di Sewon Bantul, disini menyediakan Menu Masakan ndeso, tradisional Jawa, khususnya Yogyakarta seperti Bobor Kelor, Mangut Lele dan Brongkos, tentu yang lainnya ada juga.
Energi penuh setelah perut terisi kami menuju destinasi yang agak jauh, Ketep Pass, range jarak sekitar 30 km dari kota Magelang; 35 km dari kota Boyolali. salah satu obyek wisata bertemakan Gunung karena memang berada diantara 2 (dua) gunung yakni Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Bahkan dari gardu pandangnya, kita bisa melihat puncak 4 (empat) gunung, yaitu Merapi-Merbabu-Sindoro-Sumbing. Dan sepanjang route menuju kesini sangat menarik untuk dinikmati dan ber-SWA foto dan sangat mungkin dilalui kendaraan sedang maupun bus.
Lelah gak kerasa, penat terbayarkan, kayak bebek balik kandang, kami semua pulang ke Pipit House, go to Rest and Dream 😙 tapi tenang saka karena pada mimpi sarapan di Gudeg Yu Jum (he he he) kkrrrrrr, ZZzzzrr.... good night.
Gandriiik..., ternyata mimpi jadi kenyataan kami beneran sarapan disalah satu warung gudeg Yu Jum, Terimakasih Tuhan, sungguh kami mengalami perlindungan-Mu, lagi ke Pasar Bringharjo (biasa emak-emak kalap mata, liat yang tergantung..?) Abis makan siang diterusin lagi belanja. Masih lanjut jelang sore diteruskan ke Alun-alun Kraton, sekalian makan malam dan cuci mata.
Semuanya HEBOH dan memuaskan, Semua lelah terbayarkan dengan kepuasan sejati. Tarq Trip ini membuat Istriku dan semua teman-teman masa kecilnya. Semoga pada kesempatan berikut ada kisah yang lebih seru lagi. Sukses. Berkah Dalem Gusti
SEMEA TARQ_TRIP 3


























Komentar
Posting Komentar