MY EVANGELIZER

  

MY EVANGELIZER

Apa sih itu KEP itu ?, tujuannya apa, gunanya apa?, dst KEP terlahir, dari hasrat akan pendalaman penginjilan Katolik diprakarsai oleh Rm. L. Sugiri van den Heuvel SJ.  Kata "PRIBADI", dimaksud lebih ingin mempersiapkan pesertanya, saya dan anda, menjadi orang yang MAU menginjili diri sendiri, artinya mengalami secara nyata kehadiran Kristus di segala pergumulan kehidupan, baru kemudian berbagi Kabar Baik dengan sesama secara orang per orang "Person To Person" sama sekali BUKAN untuk menjadi guru agama atau pewarta mimbar (pengkotbah).

KEP tidak serta merta menggantikan proses katekumen, melainkan agar peserta bertumbuh dalam iman,  lebih menghayati rahmat baptisan. Lalu apa Syarat mengikuti KEP..?,  sederhana, yakni ''Semua orang Katolik yang sudah dibaptis  (lho gampang to..?)

George Gallup peneliti dari Amerika (1978) dalam Keprihatinan & surveynya berkata: "Gereja Katolik adalah RAKSASA penginjil yang sedang tertidur....; memiliki tradisi, dan umat,  yang baik, besar tetapi tidak mempunyai api..!. Kitalah Raksasa-Raksasanya, ternyata kita kurang berkobar semangat penginjilannya, maka diselipkan doa untuk menguatkan, '' Datanglah Roh Kudus...nyalakanlah api kami !''

            KEP bukan juga bikin peserta jadi pengkotbah di sudut-sudut jalan, mbagiin selebaran di bis atau dijalan 'jangan pernah kuwatir bro, gak perlu gitu, kecuali bila Tuhan sendiri yang memanggil kita untuk melakukannya. Intinya Kegiatan KEP berfokus mempersiapkan dan membekali pesertanya dengan ketrampilan bagaimana cara mewartakan Kabar Baik sesuai dengan misi perutusan (Evangelizer) sesuai maping gereja Katolik. Pada masa kini, kunci penginjilan Katolik meliputi 3 bidang besar, yaitu: Lebih banyak membagikan kesaksian iman daripada mempertobatkan;   Lebih banyak menekankan keterlibatan dan partisipasi awam bersama hirarki Gereja, dan para klerus yang telah dilatih secara khusus dalam pewartaan Injil dan proses penginjilan, yang menghasilkan; Orang-orang Katolik dewasa yang sangat berdedikasi yang dibentuk dan dididik rohaninya sehingga mereka dapat menerapkan dan menghayati sendiri Injil dalam kehidupannya sehari-hari.

 KEP adalah suatu kebutuhan sekaligus panggilan. Banyak Umat sering menolak saat diajak mengikuti KEP, termasuk saya.  Bermotivasi Amanat Agung ''

… Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa Murid-Ku dan baptislah mereka dalam Nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu sampai akhir jaman '' (Mat 28:19-20),  yang menampakkan bahwa  KEP adalah suatu proses berkelanjutan, terus menerus  dan Gak ada endingnya.

Secara fisik, Yesus tidak bersama kita, tetapi evangelisasi-Nya berjalan terus melalui diri kita , karena kita (anda dan saya) sebenarnya adalah “tangan-tangan Kristus”. Maka para Peserta KEP di Keuskupan Bogor patut berbangga karena mendapatkan perhatian dan dukungan yang luar biasa dari Bapak Uskup Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM. Bahkan pada setiap Misa pada Retret Pengutusan, Beliau berkenan hadir untuk mengutus para Peserta KEP. Dan jika anda belum tertarik, ya gak pa-pa. Biarkan Allah yang berkarya.  


Nah, Beberapa waktu lalu, saya tergiur spanduk KEP dimuka Gereja, kursus evangelisasi pribadi. Awalnya terasa aneh, apalagi diadakan setiap sabtu dan minggu (waktu2 favorit saya, pelayanan dan relaxasi).  Toh Saya mendaftar juga, dan malamnya iseng2  berkomunikasi dng suara hati, menurut panitia dalam kep kita diajarkan utk, membangun relasi pribadi dengan kristus sendiri.

            Ditengah pergumulan mengikuti kep, saya mendengar bisikan, yg semakin tidak bisa saya abaikan semakin kuat suara itu, ternyata DIA lah yang berbisik;  padahal saya gak hobi injil,  bunyinya demikian, ‘’ Ambros..‘’ Tuhan menentang orang yg congkak hati dan meninggikan orang yang rendah hati’’, (Mak dek..)  saya tersadar, bahwa selama ini saya terlalu sombong dng pengetahuan yg saya miliki, pelayanan saya di lingkungan/ gereja, jadi pengurus lingkungan, dll. Ujungnya, kesimpulan akhir,  Tuhan ingin saya datang dan  melihat sendiri. Tanpa terasa tetap mengikuti kep sampai selesai.

            Kelas kep sungguh menyentuh dimensi lama Gereja Katolik, yang Namanya PENGINJILAN dng MEMPERBAHARUI setiap peserta supaya mau di INJILI oleh Yesus Kristus sendiri. Yang pada akhirnya sekaligus menjawab panggilan Kristus sendiri, ITS MISSA EST, artinya pergilah kita diutus.

            Diutus untuk untuk menebarkan kabar sukacita, melalui perbuatan baik tidak Cuma terhadap komunitas kita sendiri, melainkan kepada orang2 yang Tuhan percayakan untuk kita layani. Juga bukan berarti mengambil alih tugas2 pastor, seksi liturgi, melalui relasi pribadi yang baru dng Yesus, sekaligus merubah misi-sikap dan perilaku. Sehingga akhirnya orang yang telah menerima kabar baik = Evangelizer, (kita seluruh umat katolik) akan juga mewartakan sukacita yang diperolehnya.

            bahwa setiap orang dipanggil untuk menjadi pembawa kabar baik bukan Cuma perkataan melainkan melalui perubahan kehidupan kritiani yang otentik, bukan Cuma katanya,.Masih banyak sharing iman yang mungkin ditemukan dalam setiap orang yang pernah mengikuti kep, doa dan iman yg sama. Yang berbeda adalah kualitas, sedekat apa kita sudah membangun relasi pribadi dng Yesus. Sebagaimana kata Yesus, ‘’Datang dan lihatlah sendiri, pada hari engkau mendengar suara-Nya, jangan kau keraskan hatimu’’,  Pertimbangkanlah, pasti Tuhan sendiri akan menuntun kita. Amin.



















Komentar

Postingan populer dari blog ini

LitSemeaTarq_2019_TRIP3